Effect of Exercise Duration on Klotho and GluN2B Gene Expressions in Hippocampus of Wistar Rats with Moderate Intensity Exercise

Hanna Goenawan, Bela Ita Karina, Titing Nurhayati, Julia Windi Gunadi, Setiawan Setiawan, Ronny Lesmana

Abstract


Exercise could delay the degeneration process by increasing Klotho, which is an endogen antioxidant. Klotho protects against oxidative damages, regulates hippocampal synaptic plasticity, and enhances GluN2B expression. This study aimed to analyze the effect of 14-day and 8-week moderate-intensity exercise on Klotho and GluN2B mRNA expressions in rat hippocampus. This study was an animal experimental study using Wistar rats that was performed from June to September 2019 at the Central Laboratory, Universitas Padjadjaran, Indonesia. Rats were divided into 4 groups: control (14-day control and 8-week control) and exercise group (14-day exercise and 8-week exercise).  The exercise groups ran at a moderate intensity (20m/min) for 30min/day, 5x/week. Hippocampus was then subjected to klotho and GluN2B gene expression analysis. The exercise groups showed a higher Klotho expression, both in 14 days (0.844±0.124 vs. 1.057±0.013) and 8 weeks (0.897±0.072 vs. 1.380±0.168) although statistically insignificant (p=0.24). No difference in GluN2B gene expression was observed between control and exercise groups on 14 days (1±0.09 vs. 1.22±0.09) and 8 weeks (1.24±0.03 vs. 1.38±0.05; p=0.11). In conclusion, 14-day and 8-week moderate-intensity exercise did not alter Klotho and GluN2B expressions in rat hippocampus.

 

Pengaruh Durasi Olahraga terhadap Perubahan Ekspresi Gen Klotho dan GluN2B di Hipokampus Tikus Galur Wistar yang Mendapatkan Perlakuan Lari Intensitas Sedang

Olahraga dapat menghambat proses degenerasi saraf dengan meningkatkan salah satu antioksidan endogen, yaitu Klotho. Klotho dapat melindungi sel neuron dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan sinaptik plasticity pada hipokampus.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh olahraga lari pada hewan coba pada 14 hari dan 8 minggu terhadap perubahan ekspresi gen Klotho and GluN2B di hipokampus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2019 di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan tikus jantan galur wistar. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dan kontrol. Olahraga dilakukan dengan treadmill tikus, kecepatan 20m/min, 30 menit perhari selama 5 kali perminggu. Kemudian, mRNA otak digunakan untuk PCR dengan menggunakan primer klotho dan GluN2B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0.24) pada ekspresi gen Klotho pada 14 hari (0.844±0.124 vs 1.057±0.013) dan 8 minggu (0.897±0.072 vs 1.380±0.168) antara kelompok kontrol dan kelompok lari. Ekspresi gen dari GluN2B juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0.11) pada 14 hari (1±0.09 vs 1.22±0.09)  dan 8 minggu (1.24±0.03 vs 1.38 ± 0.05). Simpulan, bahwa 8 minggu olahraga tidak meningkatan ekspresi Klotho dan GluN2B yang signifikan


Keywords


Duration, Exercise, GluN2B, hippocampus, Klotho



DOI: https://doi.org/10.15395/mkb.v52n3.2026

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



 

This Journal indexed by

                    

  


Creative Commons License
MKB is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 


View My Stats