Comparison of Antioxidant and Anti-hyaluronidase Potentials of Pineapple Core Extract (Ananas comosus (L.) Merr.) and Luteolin

Ridza Jusri, Wahyu Setia Widodo, Wahyu Widowati, Adek Armansyah, Delores Elisabeth Sormin, Edy Fachrial, I Nyoman Ehrich Lister

Abstract


Skin aging processes are divided into chronological aging and premature aging. Premature aging is generally caused by free radicals, from both air pollution and photoaging. Natural compounds from plant extracts are among sources of antioxidants and anti-hyaluronidase which have the ability to prevent antiaging. One of the potential fruits related to antioxidant and antiaging activities is Anana scomosus. A. comosus has a number of phenolic compounds with biological activities. One of the main phenolic compounds in A. comosus is luteolin. The aim of this study was to evaluate the antioxidant and antiaging potentials of Pineapple Core Extract (PCE). This study was conducted at the Biomolecular and Biomedicine Research Center, Aretha Medika Utama from August to November 2018. Analysis of antioxidants from PCE and luteolin was carried out using H2O2 scavenging activity assay. The antiaging assay was carried out through inhibition of hyaluronidase enzyme, one of the important enzymes in the aging process. Luteolin had lower IC50 value of H2O2 scavenging activity of around 24.12±3.13 μg/ml, which was better than CPE with IC50 of 304.56±3.76μg/mL. The results of hyaluronidase inhibition activity assay showed that luteolin compound had a lower IC50 value of 67.38±3.99 μg/mL when compared to PCE with an IC50 value of 161.15±1.05 μg/mL. Hence, Luteolin has higher antioxidant and anti-hyaluronidase activities than PCE

Key words: Antiagin, antioxidants, anti-hyaluronidase, luteolin, pineapple core extract


Perbandingan Aktivitas Antioksidan dan Antihialuronidase Ekstrak Bonggol Buah Nanas (EBN) dengan Senyawa Luteolin

Terdapat dua jenis proses penuaan kulit, penuaan kronologis dan penuaan dini. Penuaan dini umumnya disebabkan oleh radikal bebas, baik dari polusi udara maupun photoaging. Penggunaan antioksidan dan antihialuronidase untuk mencegah proses penuaan telah banyak diketahui. Ananascomosus merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antipenuaan dan antioksidan karena mengandung sejumlah senyawa fenolik yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Salah satu senyawa fenolik utama dalam A. comosus adalah luteolin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi antioksidan dan anti-aging dari Ekstrak Bonggol Nanas (EBN) dan senyawa pembandingnya yaitu luteolin . Penelitian ini dilakukan di Biomolecular and Biomedicine Research Center, Aretha Medika Utama dari Agustus hingga November 2018. Pengujian antioksidan dari EBN dan luteolin  dilakukan menggunakan uji pemerangkapan H2O2. Uji antipenuaan dilakukan melalui uji penghambatan aktivitas hialuronidase, salah satu enzim penting dalam proses penuaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luteolin  memiliki nilai IC50 aktivitas pemerangkapan H2O2lebih rendah sekitar 24.12±3.13 μg/ml lebih baik daripada EBN dengan IC50 sebesar 304.56±3.76μg/mL. Hasil uji aktivitas penghambatan hialuronidase, senyawa luteolin  memiliki nilai IC50 lebih rendah, yaitu sebesar 67,38±3,99 μg/mL dibanding dengan EBN nilai IC50 161,15±1,05μg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa pembanding luteolin  memiliki aktivitas antioksidan dan antihialuronidase yang lebih tinggi daripada EBN.

Kata kunci:  Antihialuronidase, antioksidan, antipenuaan, ekstrak bonggol nanas, luteolin

 


Keywords


Antiagin, antioxidants, anti-hyaluronidase, luteolin, pineapple core extract



DOI: https://doi.org/10.15395/mkb.v51n2.1629

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



 

This Journal indexed by

           


Creative Commons License
MKB is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 


View My Stats