Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Manajemen Nyeri pada Pasien Luka Bakar di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Yudhanarko Yudhanarko, Suwarman Suwarman, Ricky Aditya

Abstract


Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Manajemen nyeri pada luka bakar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari terapi luka bakar. Nyeri pada luka bakar merupakan nyeri akut, penanganan yang tidak baik akan menyebabkan komplikasi, salah satunya nyeri kronik. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung telah membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) manajemen nyeri yang berguna untuk meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian teknik pengkajian, tindak lanjut dan evaluasi ulang nyeri pada pasien luka bakar dengan SPO manajemen nyeri. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional retrospektif terhadap 99 rekam medis pasien luka bakar yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2018. Hasil penelitian didapatkankan bahwa pengkajian nyeri yang dilakukan sesuai dengan SPO menggunakan numeric rating scale atau Wong Baker faces pain scale ditemukan pada 99 pasien (100%). Tindak lanjut hasil pengkajian nyeri luka bakar yang dilakukan sesuai dengan SPO sebanyak 71 pasien (72%). Evaluasi ulang setelah tindak lanjut pengkajian nyeri yang sesuai SPO pada 93 pasien (94%). Simpulan, pengkajian nyeri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sudah sesuai dengan SPO manajemen nyeri, namun tindak lanjut dan evaluasi ulang pada nyeri luka bakar belum sesuai dengan SPO manajemen nyeri.


 


Keywords


Luka bakar, manajemen nyeri; nyeri; standar prosedur operasional

References


raveman FR. A WHO plan for burn prevention and care. 2018 [diunduh 1 Mei 2019]. Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail /burns.

Smolle C, Daniel JC, Forbes AA. Recent trends in burn epidemiology worldwide: a systematic review. PMC. 2017;43(2):249–57.

Beel A, Grantham D. Module 2: pain assessment and management. 2010. [diunduh 14 Juli 2018]. Tersedia dari: http://www.palliative. info/mpcna/module2.pdf.

Guttormsen AB, Berger MM, Sjoberg F, Heisterkamp H. Burn injury clinical problems. An ESICM. 2012. [diunduh 14 Juli 2018]. Tersedia dari: http://pact.esicm.org/media/Burns_Injury_3_Dec_2012_final.pdf.

Prabandari DA, Indriasari, Maskoen TT. Efektivitas analgesik 24 jam pascaoperasi elektif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2017. JAP. 2018;6(2):98−104.

Winanda RA, Kusumadewi I, Wardhana A. The association between psychopathology and quality of life in burn patients at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta. J Plastik Rekonstruksi. 2017; 2:105−12.

Febrianto R, Farhanah N, Sari EP. Hubungan luka bakar derajat sedang dan berat menurut kategori american burn association dan faktor yang mempengaruhi kejadian sepsis di RSUP Dr. Kariadi. J Kedokteran Diponegoro. 2016;5(4):1526−34.

Longnecker DE, Orkin FK. Anesthesia risk. Dalam: Longnecker DE, Mackey SC, Newman MF, Sandberg WS, Zapol WM, penyunting. Anesthesiology. Edisi ke-3. New York: McGraw Hill; 2010. hlm. 291−306.

Bittner EA, Martyn JA. Evaluation and anesthetic management of the burn injured patient. Dalam: Longnecker DE, Mackey SC, Newman MF, Sandberg WS, Zapol WM, penyunting. Anesthesiology. Edisi ke-3. New York: McGraw Hill; 2010. hlm. 1251−69.

Figy S, McIntyre JK. Burn management. Dalam: Irwin RS, Lilly CM, Mayo PH, Rippe JM, penyunting. Irwin and Rippe’s intensive care medicine. Edisi ke-8. Philadelpia: Lippincott Williams & Wilkins; 2011. hlm 1728−32.

Nair S, Neil MJE. Paediatric pain: physiology, assessment and pharmacology. ATOTW. 2013;289:1−10.

Cohen LL, Lemanek K, Blount RL, Dahlquist LM, Lim CS, Palermo TM, dkk. Evidence-based assessment of pediatric pain. J Pediatr Psychol. 2008;33(9):939−55.

Panduan Manajemen Nyeri. Bandung: RSUP Dr. Hasan Sadikin; 2015 [diunduh 14 juli 2018]. Tersedia dari: http://arsip.rshs.or.id.

Abraham J. Burn trauma: an emerging model for acute pain. J Clin Studies. 2016;7(6):34−6.

Purwaningsih LA, Rosa EM. Respons adaptasi fisiologis dan psikologis pasien luka bakar yang diberikan kombinasi alternative moisture balance dressing dan seft terapi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. J Universitas Muhammadiyah. 2014:41−9.

Gowri S, Vijaya N, Powar R. Original research paper epidemiology and outcome of burn injuries. J Indian Acad Forensic Med. 2012;34(4):312−4.

Maske AN, Deshmukh SN. Clinico-epidemiology study of burns: our experiences with 500 patients. Int Surg J. 2016;3(3):1234−9.

Hale A, O’Donovan R, Diskin S, McEvoy S, Keohane C. Physiotherapy in burns, plastics and reconstructive surgery. Impairment and Disability Course University of Limerick. Irlandia: The Educational Company of Ireland; 2013. hlm. 2−26.

Grantham D, Brown S. Pain assessment and management, clinical practice guidelines. Montreal: Winnipeg Regional Health Authority; 2012.

Griggs C, Goverman J, Bittner E, Levi B. Sedation and pain management in burn patients. Clin Plast Surg. 2017;44(3):535−40.




DOI: https://doi.org/10.15851/jap.v7n2.1713


 

This Journal indexed by:

               

 
Creative Commons License
JAP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 


View My Stats