Prosedur Anestesi Timektomi pada Kasus Timoma Tanpa Gejala Miastenia Gravis : Sebuah Laporan Kasus

Fitri Sepviyanti, Doddy Tavianto, U. Kaswiyan

Abstract


LAPORAN KASUS

Timoma adalah neoplasma primer yang paling sering ditemukan pada mediastinum, dengan angka kejadian 15% dari seluruh massa mediastinum. Timbul pada pasien berusia 40-60 tahun, dengan insiden yang sama pada laki-laki dan perempuan. Lima puluh persen kasus timoma ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan radiograf dada rutin sebagai massa mediastinum anterior superior. Tatalaksana untuk timoma adalah tindakan pembedahan atau timektomi. Pengkajian menyeluruh pra operasi dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya sindrom paraneoplastik. Tingkat kematian perioperatif cukup tinggi pada pasien yang menjalani timektomi sebelum tahun 1970 antara 5% dan 15%. Setelah tahun 1970, tingkat kematian dalam studi terakhir ditemukan secara konsisten kurang dari 1%. Demikian pula angka kematian timektomi pada pasien miastenia gravis dilaporkan kurang dari 1%. Seorang wanita 69 tahun didiagnosis dengan timoma dan direncanakan untuk menjalani timektomi. Ahli anestesi memutuskan untuk tidak menggunakan pelemas otot karena sadar dapat timbulnya sindrom paraneoplastik akibat timoma, myastenia gravis. Myasthenia gravis akan mempengaruhi efek relaksan otot yang tahan terhadap succinylcholine dan sangat sensitif terhadap bloker non depolar. Pasien tidak memiliki morbiditas apapun serta memiliki kondisi yang baik selama pemulihan.


Kata kunci : timoma, miastenia gravis syndrome, anesthesia

 

DOI: 10.15851/jap.v1n1.160


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 

This Journal indexed by:

               

 
Creative Commons License
JAP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

 


View My Stats